Selasa, 26 Februari 2019

Biografi Basuki Abdullah


Bakat melukis Basuki Abdullah terwarisi dari ayahnya, Abdullah Suryosubro, yang juga seorang pelukis dan penari. Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal 1900-an, yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basuki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.

Basuki Abdullah lahir di Surakarta, 25 Januari 1915. Basuki Abdullah adalah salah satu pelukis terkenal Indonesia. Pelukis beraliran realis dan naturalis ini pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka pada 1974. Lukisan-lukisan karyanya menghiasi istana negara, selain menjadi koleksi dari berbagai penjuru dunia.

Basuki Abdullah bersekolah di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo, kemudian mendapatkan beasiswa pada 1933 untuk belajar di Akademi Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda, dan menyelesaikan studinya dalam waktu tiga tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA).

Pada masa Pemerintahan Jepang, Basuki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943. Di dalam Gerakan Poetra ini Basuki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basuki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S.Sudjoyono, Otto Djaya dan Basuki Resobawo.

Pada 6 September 1948, sewaktu penobatan Ratu Yuliana di Belanda, Basuki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis dunia lainnya dalam sebuah sayembara yang diadakan di Amsterdam, Belanda. Sedangkan lukisannya, “Balinese Beauty” terjual di balai lelang Christie’s di Singapura, pada tahun 1996.

Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basuki Abdullah, putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basuki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Prancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia.

Selama karirnya dalam melukis, Basuki terkenal sebagai pelukis potret, meski ia juga melukis pemandangan alam, flora, fauna, tema-tema perjuangan, pembangunan, dan lainnya. Dia sering mengadakan pameran tunggal, di dalam maupun di luar negeri, seperti di Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, dan negara-negara lain. Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan beliau. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri.

Selain menjadi pelukis, dia juga pandai menari dan sering tampil dengan tarian wayang orang sebagai Rahwana atau Hanoman. Pria yang menikah empat kali ini tidak hanya menguasai soal kewayangan, budaya Jawa di mana dia berasal. Tetapi juga menggemari komposisi-kompasisi Franz Schubert, Beethoven dan Paganini, dengan demikian wawasannya sebagai seniman luas dan tidak Jawasentris.

Kematiannya cukup tragis. Basuki Abdullah tewas dibunuh perampok di rumah kediamannya, pada 5 November 1993. Ia meninggal dalam usia 78 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Desa Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Selasa, 22 Januari 2019

Makalah Protozoa ( Laporan Praktikum Taksonomi Invertebrata )



 MAKALAH

PROTOZA 
( Laporan Praktikum Taksonomi Invertebrata )

Disusun Oleh :

AHMAD ARIF MUHLISIN

Dosen Pengampu :
RIZKA LESTARI.Spd

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI RADEN INTAN
LAMPUNG
2015





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada dasarnya dalam ilmu taksonomi, seluruh makhluk hidup dikelompokkan ke dalam dua kerajaan (kingdom) yakni kingdom tumbuhan (kingdom plantae) dan kerajaan hewan (kingdom animalia). Pengelompokan tersebut didasarkan atas persamaan ciri-ciri atau persamaannya. Tumbuhan mempunyai ciri-ciri tertentu, yakni mempunyai klorofil (zat hijau daun) dan hewan mempunyai ciri-ciri tersendiri pula yakni dapat bergerak.
Dalam sebuah penelitian ditemukan adanya beberapa makhluk hidup bersel satu yang sekaligus mempunyai ciri-ciri tumbuhan dan ciri-ciri hewan (mempunyai klorofil dan dapat bergerak leluasa). Akhirnya sebagian ahli berpendapat bahwa bahwa makhluk-makhluk hidup ini sebaiknya dikelompokkan ke dalam kingdom animalia, filum protozoa. Di dalam uraian ini, kita mengikuti pendapat yang kedua. Protozoa kita masukkan ke dalam kingdom animalia, kelompok avertebrata.
Oleh karena itu, maka praktikum ini dilakukan untuk organisme-organisme apa saja yang tergolong dalam Protozoa begitupun dengan bagian-bagian serta susunan klasifikasinya.              

1.2  Tujuan
Adapun beberapa tujuan dilakukannya percobaan ini yaitu :
1.      Untuk mengamati organisme yang tergolong Protozoa pada Air Kolam, Air Sawah, Air Hujan
2.      Untuk menggambar bagian-bagiannya serta menuliskan susunan  klasifikasinya.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Protozoa termasuk organism (Micros=kecil, Organisme= mahluk hidup), besarnya antara3 mikron sampai 100 mikron. Protozoa merupakan penghuni tempat barair/tempat basah, bila keadaan jadi kering, akan membuat cyste (Kristal)Kegiatan hidup dilakukan oleh sel itu sendiri. Didalam sel terdapat alat-alat yang melakukan kegiatan hidup. Alat-alat itu misalnya :inti (nukleus), butir inti (nukleulus), rongga (vacuola), mitrokondria. (Adun Rusyana. 2011.Zoologi Invertebrata.Bandung : Alfabet, h. 05)
Potozoa merupakan sekelompok makhluk yang bersel tunggal, heterogen, meliputi kurang lebih 50.000 spesies yang telah diberi nama dan 20.000 spesies lainnya telah berupa fosil. Ribuan spesies telah berhasil dideskripsikan sebagai makhluk yang hidup bebas dan sebagiannya lagi hidup secara parasit pada hewan lain terutama hewan tingkat tinggi. Jumlah hewan protozoa dalam suatu tempat sering sangat menakjubkan, misalnya dalam suatu kolom dapat mencapai jutaan hewan bahkan milyaran.

Protozoa adalah organisme-organisme heterotrofik yang ditemukan di semua habitat utama. Sebagian di antaranya hidup bebas, sedangkan yang lainnya hidup sebagai parasit di dalam tubuh hewan. Sebagaian protozoa juga menjalani gaya hidup simbiotik berupa komensalisme dan mutualisme. Protozoa parasitik menyebabkan beberapa penyakit manusia yang paling tersebar luas dan membahayakan. Pada umumnya, reproduksi protozoa adalah aseksual, tetapi terjadi juga pola-pola seksual yang kompleks
      Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal. Hewan-hewan itu mempunyai struktur yang lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun protozoa merupakan organisme sempurna. Karena sifat struktur yang demikian itu, maka berbagai ahli dalam zoology menamakan protozoa itu selular tetapi keseluruhan organisme itu dibungkus dengan satu plasma membrane. Protozoa itu kecil, berukuran kurang dari sepuluh micron dan, walaupun jarang ada yang mencapai 6 milimeter
        Protozoa membentuk suatu subkerajaan dari kerajaan protista dalam klasifikasi lima kerajaan makhluk-makhluk hidup (Monera, protista, Plantae, Fungi, dan Animalia). Mereka lebih primitive dari hewan. Bagaimanapun kompleks badan-badan mereka dan banyak dari mereka sangat kompleks, semua struktur berbeda tersebut berada di dalam satu sel. Tetapi beberapa protozoa mempunyai stadium di dalam siklus hidupnya di mana tidak ada dinding-dinding sel diantara nukleit, dan beberapa spesies membentuk koloni-koloni yang berenang sebagai satu unit dan berisi organisme somatic dan reproduktif yang kelihatannya berbeda. Protozoa berukuran mikroskopik, hanya sedikit yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Beberapa flagelata berisi klorofil dan oleh beberapa dianggap sebagai algae, banyak species protozoa yang tidak berwarna, berbeda dari yang hijau karena tidak mempunyai kromator, namun kehilangan kromator itu dapat dibuat secara eksperimental
Protozoa adalah hewan-hewan yangmemiliki struktur majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri dari satu sel, namun protozoa merupakan organism sempurna. Karna sifat srtruktur yang demikian itu, maka  berbagai ahli dalam zoology menamakan protozoa itu asaluler tetapi keseluruhan organism itu dbungkus oleh satu plasma membrane. ( Mukayat Djorubito.1994.Zoologi Dasar,Jakarta:Erlangga,h.60)
            Menurut Mukayat Djarubito Brotowidjojoprotozoa hidup di dalam air tawar, dalam air laut, tanah yang lembab, atau dalam tubuh hewan yang lain. Protozoa terbagi menjadi 5 kelas, yaitu :

A.  Kelas Sarcodina (Rhizopoda)
Rhizopoda bergerak dan makan dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu). Hewan-hewan anggota kelas ini bersifat amoeboid, yaitu bentuk tubuhnya tidak tetap (selalu berubah-ubah) karena aliran protoplasma yang membentuk pseudopodia (kaki semu). Tidak semua anggota Rhizopoda itu telanjang seperti amoeba, misalnyaForaminifera yang tubuhnya berselubung. Foraminifera sebagai fosil sangat berguna untuk menentukan umur lapisan batu-batuan, jadi penting dalam geologi dan arkeologi. Beberapa contoh Rhizopoda antara lain : Amoeba spForaminifera,Radiolaria, dan Nonion (seekor foraminifera).

B.   Kelas Mastigophora (Flagellata)
Hewan-hewan yang termasuk kelas ini mempunyai satu atau lebih flagela (bulu cambuk). Bentuk tubuh lebih tetap tanpa rangka luar, tubuhnya dilindungi oleh suatu selaput yang fleksibel yang disebut pellice, di sebelah luarnya terdapat selaput plasma. Hidup di air tawar, di laut atau parasit pada organisme lain/manusia. Contoh hewan anggota kelas ini yaitu Euglena, Volvox, Tripanosoma, dan Trichomonas.

C.  Kelas Infusoria (Ciliata)
Hewan-hewan anggota kelas ini mmpunyai ciliata (rambut getar) untuk brgerak atau mencari makan. Hidupnya mandiri atau sebagai komensal dalam saluran pencernaan herbivora dan sebagainya. Ciliata hidup di air tawar yang banyak mengandung bakteri atau zat-zat organik. Adapun contoh hewan dari Ciliata antara lain yaitu Paramecium sp., Balantidium, Didinium, dan Vorticella.

D.  Kelas Sporozoa
Umumnya hewan-hewan ini tidak mempunyai alat gerak dan hidupnya parasit di dalam darah, dalam saluran usus, atau dalam jaringan tubuh lainnya. Berbiak dengan spora dan berlangsung cepat. Penyakit malaria pada manusia dan hewan, penyakit mencret berdarah pada unggas disebabkan oleh hewan-hewan anggota kelas ini. Contoh hewan dari kelas ini yaitu : Plasmodium sp, Babesia dan Theileria.

E.   Kelas Suctoria
Bentuk muda hewan ini mempunyai cilia yang oleh karena itu beberapa ahli memasukkannya dalam kelas ciliata. Bentuk dewasanya hidup mandiri, mempunyai tentakel dan melekat pada sesuatu benda dengan tentakelnya. Beberapa jenis bersifat parasitis. Tentakel berguna untuk menusuk atau menghisap dan tidak mempunyai cilia. Cara makannya bersifat holozoik. Reproduksi dengan pembentukan tunas-tunas. Adapun contoh hewan dari kelas ini yaitu : Acineta dan Ephelota.
Selain itu sebagai  predator, mereka memangsa uniseluler atau berserabut ganggang,bakteri, dan mikrofungi. Protozoa memainkan peran baik sebagai herbivora dan konsumendi dekomposer link dari rantai makanan. Protozoa juga memainkan peranan penting dalam mengendalikan populasi bakteri dan biomas. Protozoa dapat menyerap makanan melalui membran sel mereka, beberapa, misalnya amoebas, mengelilingi dan menelan makanan itu, dan yang lain lagi memiliki bukan atau "mulut pori-pori" ke mana mereka menyapu makanan. Semua protozoa yang mencerna makanan di perut mereka seperti kompartemen disebut vakuola.
            Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Vakuola dapat berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmosis. Jumlah dan letak vakuola kontraktil berbeda pada setiap spesies. Protozoa dapat berada dalam bentuk vegetatif (trophozoite), atau bentuk istirahat yang disebut kista. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat membentuk kista untuk mempertahankan hidupnya. Saat kista berada pada keadaan yang menguntungkan, maka akan berkecambah menjadi sel vegetatifnya. Protozoa tidak mempunyai dinding sel, dan tidak mengandungselulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Kebanyakan protozoa mempunyai bentuk spesifik, yang ditandai dengan fleksibilitasektoplasma yang ada dalam membransel. Beberapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca.








BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya percobaan ini yaitu :
Hari/tanggal         : Selasa / 05 Mei 2015
Pukul                    : 11.3s.d. 12.30 wib
Tempat                 : Laboratorium Biologi
                                      Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
                                      Institut Agama Islam Negri RADEN INTAN Lampung 

3.2 Alat dan Bahan
        Alat: :
·         deck glass mikroskop,
·         pipet pasteur (pipet halus),
·         dan preparat

  Bahan :
·         air sawah,
·         air kolam dan
·         air hujan


3.3 Cara Kerja
1.         Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.          Mengambil sampel air dengan menggunakan pipet, kemudian dengan hati-hati meletakkannya di atas objek gelas lalu mengamati pada mikroskop (mengusahakan mulai pada perbesar terkecil).
3.         Setelah mendapatkan organisme pada berbagai air kemudian memperhatikan perbesaran yang digunakan.
4.          Menggambar organisme tersebut, mengamati struktur morfologi dan anatomi dari organisme yang ditemukan, mencatat jenis, perbesaran, atau arah pergerakannya.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil
 Sumber air       : Air Got
     Species             : Stylonychia mytilus
Perbesaran        : 10 x 0,25
                                                   
Keterangan:
1.  Silia
2.  Stigma
3.  Vakuola makanan
4.  Silia
                
 
     

Sumber air     : Kolam
 Species          : Euglena viridis
 Perbesaran     : 10 x 0,25



Sumber air     : Air Rendaman Jerami
 Species          : Paramecium sp
 Perbesaran     : 10 x 0,25
                                    
Keterangan:
1.      Flagel
2.      Stigma
3.        Vakuola kontraktil
4.      Kloroplas
5.      Makronukleus
6.      Mikronukleus
7.      Vakuola makanan






Keterangan:
1.      Vakuola kontraktil
2.      Cilia
3.      Vakuola makanan
4.      Makronukleus
5.      Mikronukleus




3.2  Pembahasan


1.        Air got ( Stylonychia mytilus )
 Pada praktikum ini dengan pengujian menemukan organisme pada air hujan yang diduga sebagai protozoa dengan genus stylonychia hal ini kami pertimbangkan dari segi bentuk protozoa tersebut pengamatan yang kami temukan bedasarkan hasil pengamatan pada praktikum sebelumnya. Denagn didasarkan bahan bacaan buku dan internet sebagai sarana sumber penentuan hasil organism tersebut kami mendapati organisme bersel satu tersebut sebagai protozoa Stylonyhia mytilus.
Adapun anatomi dari Stylonychia yaitu berbentuk oval jika dilihat pada bagian atas dan itu berfungsi untuk aktivitas gencarnya dan juga gerakannya cepat. Seperti halnya denganParamecium sp yang memiliki gerakan yang cepat dan juga genus Ciliata (memiliki rambut pendek seperti ekstensi). Cilia pada Stylonychia sangat khusus dan tidak bebas didistribusikan melalui tubuhnya.

Adapun habitat dari Stylonychia mytilus yaitu biasanya terdapat pada air tawar dan tanah, ditemukan pada lumut, dan juga diantara partikel sedimen. Selain itu, mereka juga biasanya berenang melalui vegetasi yang membusuk sampah kolam yang mengambang pada air.
Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Stylonychia mytilus yaitu :
Kingdom : Animalia
Phylum     : Protozoa
Class         : Spirotrichea
Ordo         : Sporadotrichida
Family      : Oxytrichidae
Genus       : Stylonychia
Species     : Stylonychia mytilus


2.        Air Kolam ( Euglena viridis )
Euglena yaitu memiliki  tubuh yangmenyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel Euglena viridis. Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron dimana ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk. Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang. Euglena juga memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis. Euglena memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat  inilah makanan yang berupa hewan– hewan kecil dicerna.
Penjelasan diatas adalah gambaran sedikit mengenai protozoa Euglena. Pada praktikum ini dengan pengujian air kolam didapati/ ditemukan organisme protozoa Euglena, hal ini kami yakini dengan melihat bentuk tubuh yang kami lihat pada praktikum in dengan bantuan mikroskop dengn daya lensa pembesar 10 x 0,25. Adapun bahan bacaan yang bersumber dari buku dan internet. Hal ini juga kami sebanding dengan habitat dari Euglena  adalah di air tawar dan melimpah di daerah ini, seperti di kolam peternakan atau parit saluran air, yang mengkonsumsi kotoran binatang. Menurut hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa Euglenasp ini memiliki bentuk oval,dan memeiliki flagel di interior. Euglena sp ini memiliki ciri-ciri diantaranya berflagel, memiliki bintik mata (eyespot) dan juga terlihat warna hijau pada tubuhnya. Pada pengamatan ini terlihat Euglena sp berjalan sangat cepat, sehingga bagian tubuh yang lainnya tidak terlihat.
Adapun morfologi dari Euglena yaitu memiliki  tubuh yang menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel Euglena viridis. Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron dimana ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk. Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang. Euglena juga memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis. Euglena memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat  inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil dicerna 

Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Euglena viridis adalah sebagai berikut :
Kingdom  : Excavata
Phylum     : Protozoa
Class        : Euglenoidea
Ordo         : Euglenales
Family      : Euglenaceae
Genus       : Euglena
Species     : Euglena viridis        

   
3.        Air Rendaman Jerami ( Paramecium sp)
Berdasarkan hasil pengamatan, paramecium berbentuk seperti sandal dengan sedikit cekungan di salah satu sisinya. Bagian luar tubuh diselimuti oleh cilia yang berfungsi untuk pergerakan. Dibagian dalamnya terlihat beberapa organel yaitu nucklus yang berfungsi untuk mengatur kegiatan sel, vakuola makanan ini berfungsi sebgai proses pencernaan makanan.
Adapun anatomi dari Paramecium menurut Rohmimohtarto dalam bukunya Zoologi Invertebrata (2007) menjelaskan bahwa Paramecium memiliki bentuk oval, seperti sandal, bulat di bagian depan atau atas dan menunjuk di belakang atau bawah. Kulitnya tipis dan elastis. Adapun yang menutupi kulit tipis adalah rambut-rambut kecil banyak, yang disebut silia. Lubang bagian belakang disebut pori anal. Pada bagian luarParamecium ditemukan vakuola kontraktil dan kanal. Dan bagian dalam Paramecium terdapat sitoplasma, trichocysts, kerongkongan, vakuola makanan, makronukleus. masing sel anak identik, mempunyai dua nukleus, sitoplasma dan alat sel lainnya (Rohmimohtarto, 2007).
 Paramecium hidup diperairan, biasanya dapat ditemukan pada air sawah maupun jerami. Berdasarkan hasil pengamatan, paramecium ditemukan di air jerami saja, pada air sumur, sungai dan kolam tidak ditemukan paramecium, mungkin karena kurangnya ketelitian praktikan dalam mengamati air sampel
Adapun klasifikasi Paramecium sp sebagai berikut:
Kingdom  : Animalia
Phylum     : Protozoa
Class          : Ciliata
Ordo         : Hymenostomatida
Family      : Paramaecidae
Genus       : Paramaecium
Spesies     : Paramaecium sp 






BAB III
PENUTUP

4.1    Kesimpuan

Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    Saat ini nama Protozoa tidak di gunakan lagi sebagai nama suatu takson, tapi Kelompok-kelompok taksonomi yang tadinya di bawah protozoa tingkatannya banyak yang berubah dan banyak yang dinaikan sebagai Phylum. Sebagai contoh saat ini kinetoplastida yang dalam klasifikasi lama adalah nama salah satu familia anggota dari Mastiigophora sekarang menjadi salah satu Phylum tersendiri. Banyak perubahan posisi klasifikasi dari anggota-anggota protozoa, perubahan ini pada prinsipnya dilakukan setelah ada bukti dan anilisis yang dapat menyimpulkan tentang posisi kekerabatan dari takson-takson tersebut.
2.    Pada Sumber Air Sawah terdapat protozoa dengan spesies Paramecium sp, pada air Hujan terdapat spesies Stylonychiamytilus, pada Air Kolam species yang ditemukan adalah Euglena viridis.